The Legal Consequences of a Married Couple as being the Sole Founders in the Partnership

James Ridwan Efferin

Abstract


A Partnership Firm (“Firma”) and a Limited Partnership/Commanditaire Vennootschap (“CV”) in Indonesia are regulated in the First Book of the Commercial Code of Indonesia, chapter the Third (Regarding the various Companies), in the First and Second section.

Both partnerships are considered to be the special form of the civil partnership/Maatschap, which is regulated in the Civil Code of Indonesia (Article 1618 – 1652).

According to Rudhi Prasetya, “In practice, it is not uncommon for us to see a Firma or CV that has only 2 partners, of which they are husband [and] wife.”

Therefore the main issue will be the legitimacy of the said partnership if it has only a husband and wife as the founders/partners, especially if the said husband and wife do not make any separate marital property agreement.

What will be the legal consequences if the said condition happens, especially the external liability to the third party.

The main objective of this writing is to give an argumentation and the legal standing that a married couple can actually establish and be the sole founders/partners in a partnership with all of its consequences, even though they did not make any separate marital property agreement.


Keywords


Partnership, Married Couple, External Liability

Full Text:

PDF PDF

References


Books:

Abdul Kadir Muhammad. (2010). Hukum Perusahaan Indonesia. PT. Citra Aditya Bakti.

Abdul R. Saliman, Hermansyah, Ahmad Jalis. (2006). Hukum Bisnis Untuk Perusahaan Teori dan Contoh Kasus. Kencana Prenada Grup.

Agus Sardjono, Yetty Komalasari Dewi, Rosewitha Irawaty, Togi Pangaribuan. (2018). Pengantar Hukum Dagang. Rajawali Press.

Andrew I. Sriro, Sriro’s Desk of Reference of Indonesian Law. (2006). PT Equinox Publishing Indonesia.

C.S.T. Kansil, Christine S.T. Kansil. (2015). Pokok-Pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia Edisi Kedua. Sinar Grafika.

H.M.N Purwosutjipto. (1982). Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia 2 Bentuk-Bentuk Perusahaan. Perca.

I.G.Rai Widjaja. (2000). Berbagai Peraturan dan Pelaksanaan Undang-Undang di Bidang Hukum Perusahaan. Megapoin.

Rudhi Prasetya. (2016). Teori & Praktik Perseroan Terbatas. Sinar Grafika.

Rudhi Prasetya. (2002). Maatschaap Firma dan Persekutuan Komanditer. PT. Citra Aditya Bakti.

Soedjono Dirdjosisworo (1997). Hukum Perusahaan Mengenai Bentuk-Bentuk Perusahaan (Badan Usaha) di Indonesia. Mandar Maju.

Tuti Rastuti (2015). Seluk Beluk Perusahaan & Badan Hukum Perusahaan. PT Refika Aditama.

Yetty Komalasari Dewi. (2016). Pemikiran Baru tentang Persekutuan Komanditer (CV) Studi Perbandingan KUHD dan WvK Serta Putusan-Putusan Pengadilan Indonesia dan Belanda. PT Rajagrafindo Persada.

Zaeni Asyhadie, Budi Sutrisno. (2018). Pokok-Pokok Hukum Dagang. Rajawali Pers.

Journals:

Abdul Aziz Alsa Ningrum Natasya Sirait, Mahmul Siregar, M. Hamdan. (2015). “Pertanggungjawaban Pidana Badan Usaha Berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”. vol 3 no 3 USU Law Journal.

Ayu Ratnawati. (2015). “Peranan Notaris Untuk Pembuatan Akta Pendirian (CV) dalam Mewujudkan Kepastian Hukum”. vol II no 2 Jurnal Repertorium.

Ghansam Anand. (2011). “Prinsip Kebebasan Berkontrak Dalam Penyusunan Kontrak”. vol 26 no 2 Yuridika.

Haedah Faradz. (2008). “Tujuan Dan Manfaat Perjanjian Perkawinan”. vol 8 no 3 Jurnal Dinamika Hukum.

Julius Caesar Transon Simorangkir. (2015). “Tanggung Jawab Sekutu Maatschap Terhadap Pihak Ke 3 Dalam Suatu Perjanjian Konsorsium Terkait Bubarnya Maatschap Atas Kehendak Para Sekutu (Kasus Perjanjian Konsorsium antara PT Agro Bintang Dharma Nusantara dengan Pemerintah Daerah Balikpapan, Bontang, Kutim dan Paser”. vol 9 no 2 Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum.

Kurniawan. (2014). “Tanggung Jawab Pemegang Saham Perseroan Terbatas Menurut Hukum Positif”. vol 26 no 1 Mimbar Hukum.

M. Faisal Rahendra Lubis. (2018). “Pertanggungjawaban Direksi Disuatu Perseroan Terbatas Ketika Terjadi Kepailitan Pada Umumnya Dan Menurut Doktrin Hukum Perusahaan & UndangUndang No. 40 Tahun 2007”. vol 17 no 2 Jurnal Hukum Kaidah.

Mohammad Zamroni. (2016). “Penafsiran Kontrak Dalam Perspektif Hermeneutik”. vol 31 no 3 Yuridika.

Muhammad Reza. (2013). “Analisis Terhadap Kepailitan Persekutuan Komanditer Dan Akibat Hukumnya Berdasarkan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Studi Kasus Putusan Pengadilan Niaga Medan Nomor : 01/PAILIT/2006/PN.Niaga.Mdn)”. vol 1 nomor 2 Premise Law Jurnal.

Natasya Yunita Sugiastuti. (2015). “Esensi Kontrak Sebagai Hukum Vs. Budaya Masyarakat Indonesia Yang Non-Law Minded Dan Berbasis Oral Tradition”. vol 5 no 1 Jurnal Hukum Prioris.

Risma Permatasari. (2018). “Akibat Hukum Perseroan Terbatas Yang Didirikan Oleh Suami Istri Tanpa Perjanjian Kawin”. vol 14 no 28 Mimbar Keadilan.

Siti Hapsah Isfardiyana. (2014). “Tanggung Jawab Organ Perseroan Terbatas Dalam Kasus Kepailitan“. vol 7 no 2 Arena Hukum.

Sri Harini Dwiyatmi, Indirani Wauran. (2017). “Menembus Rahasia Bank Terkait Harta Bersama Dalam Perkawinan”. vol 2 no 1 Refleksi Hukum.

Websites:

Diana Safitri, Novita; Mahartayasa, Made. (2014). “Pertanggungjawaban Sekutu Dalam Persekutuan Komanditer Yang Mengalami Kepailitan”. . Kertha Semaya. accessed: 06 apr. 2019.

Regulations and Legislations:

Civil Code of the Republic of Indonesia.

Commercial Code of the Republic of Indonesia.

Law Number 40 Year 2007 concerning the Limited Liability Company (the Republic of Indonesia State Gazette Year 2007 Number 106, Annotation 4756).

Law Number 1 Year 1974 concerning the Marriage (the Republic of Indonesia State Gazette Year 1974 Number 1, Annotation 3019).

Regulation of the Minister of Law And Human Rights of the Republic of Indonesia Number 17 Year 2018 concerning The Registration of CV, Partnership Firm, And Civil Partnership (the Republic of Indonesia State Gazette Year 2018 Number 1011).




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/htlj.v3i2.141

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
Hang Tuah Law Journal (Print ISSN: 2549-2055 | Online ISSN: 2549-2071) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. Published by Hang Tuah University, Surabaya, Indonesia.
Google scholarcrossrefROAD ISSN Portal Garuda